Loading
Play
Extreme Radio Show
Play
Extreme Radio Show

DEAD VERTICAL – XVII (tujuh belas)

Album review           :

Album yang berjudul xvii (tujuh belas) merupakan album ke 5 dari band asal Jakarta TImur ini. Masih dengan tempo cepat yang menjadi ciri khas-nya, Dead Vertical pada album terbarunya ini dalam lirk-lirik-nya berusaha mengedukasi para remaja khususnya agar tidak terjebak dalam liar-nya masa muda. Seperti judul albumnya xvii (tujuh belas) , album ini juga dilahirkan sebagai apresiasi atau sebuah perayaan bagi band Dead Vertical itu sendiri yang sudah berusia 17 tahun pada 2019 lalu. Uniknya, album xvii ini mengusung konsep yang hampir sama dengan album keduanya yang dirilis pada 2008 oleh Rottrevore Records bertajuk Infecting the World. Menurut para personel Dead Vertical sendiri dilansir dari musikeras.com, ada kesamaan dalam spirit-nya, yaitu bertempo cepat dengan riff yang simple, intens dengan durasi lagu yang pendek, diiringi sesekali tempo beat atau groovy. (Musikeras, 14 Oktober 2019).

Label                         : Blackandjie Records

Tahun                        : 2019

Nama Band               : Dead Vertical

Deskripsi Band         :

Dead Vertical merupakan band grindcore asal timur kota Jakarta yang terbentuk sejak 22 November 2001. Berawal dari persahabatan empat pemuda dengan kesamaan selera pada musik cadas. Menurut mereka, Dead Vertical mempunyai arti ‘Matinya hubungan vertikal antara Tuhan dan Manusia’. Dalam formasi awal Iwan [vokal], BoyBleh [gitar/vokal], Bony [bass], dan Andriano [drums], DV sudah mulai bikin lagu-lagu sendiri dalam karakter crust-grind yang sangat terinspirasi oleh Napalm Death, Terrorizer, Sepultura, Brutal Truth, Repulsion, dsb. Lirik lagu-lagu mereka bertemakan sosial, kehidupan sehari-hari, dan kondisi aktual yang terjadi di dunia ini. Pada pertengahan 2003, Andriano mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Bimo [eks Free To Decide]. Kemudian DV merilis debut album bertajuk Fenomena Akhir Zaman lewat label The Eye Music pada awal tahun 2004. Selepas album perdana itu, Bimo juga cabut dan digantikan oleh Arya Blood, seorang drummer veteran yang pernah memperkuat Highlander, For My Blood, Panic Disorder dan Looserz. (Kompasiana, 24 Juni 2015). Pada 2008, Rottrevore Records salah satu label ternama di Kota Bandung, menawari Dead Vertical untuk merilis album keduanya dibawah naungannya. Album kedua yang berjudul Infecting the World sukses membawa nama Dead Vertical menjadi semakin solid dalam musik Grindcore Indonesia, dan formasi personil dalam album tersebut berhasil bertahan hingga sekarang.

Personil                      :

Adi Wibowo (Gitaris, Vokalis), Bonny Suhendra (Bassist), Arya Gilang Laksana (Drummer)

Discography   :

(DEMO) Promo (2003)

(SPLIT) Split Tape (2003)

(ALBUM) Fenomena Akhir Zaman (2004)

(SPLIT) Burning Hell (2005)

(EP) Global Madness (2006)

(EP) Killer Grind from Weed Unit Review (2006)

(SPLIT) When Love Finds a Fool, Grind Still Rules! (2007)

(ALBUM) Infecting the World (2008)

(ALBUM) Perang Neraka Bumi (2011)

(SINGLE) Broken (2015)

(ALBUM) Angkasa Misteri (2016)

(ALBUM) XVII (2019)

Link                            :

Youtube 

Instagram

Spotify